Oleh: Farah Syarif
Kupunguti serpih jiwa di antara reruntuhan nestapa,
Kupeluk luka sebagai anugrah yang mengajarkanku makna.
Sejak itu kubangun benteng dari sunyi dan curiga,
Takut setiap kasih hanya akan menjelma ilusi belaka.
Hingga hadir seorang pengembara berhati satya,
Merawat retak yang lama kusembunyikan dari dunia.
Ia tak menambal kurangku, melainkan membuatku percaya,
Bahwa aku telah utuh bahkan sebelum dicintainya.
Tak kusangka semesta menulis kisah dengan cara yang berbeda,
Ia adalah sahabat dari nama yang dahulu menyisakan lara.
Namun takdir tak meminta siapa yang datang lebih lama,
Melainkan siapa yang memilih tinggal saat badai menyapa.
Kini kutahu, kehilangan bukan akhir dari segala cerita,
Sebab setelah ilusi, selalu ada anugrah yang menyala.
Bersamanya kutemukan rumah, bukan sekadar rasa,
Dan untuk pertama kalinya… aku percaya pada cinta.
Penulis: Farah Syarif
Editor: Dinar Emilia