
Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (Hikari) kembali sukses menggelar festival budaya Jepang (Bunkasai) pada 21 Juni 2026 yang yang digelar di area sebelah barat gedung B Udinus Semarang. Festival tahunan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal serta mengapresiasi budaya Negeri Sakura.
Bunkasai tahun ini mengangkat tema Daruma, sebuah boneka tradisional Jepang berbentuk bulat dan berwarna merah yang menjadi simbol harapan dan pantang menyerah dengan filosofi “Nana Korobi Ya Oki” yang secara harfiah berarti “jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali”. Tema tersebut mengusung nilai semangat pantang menyerah, ketekunan, dan optimisme.
Berbagai pertunjukan seni Jepang dibawakan oleh mahasiswa Sastra Jepang Udinus sejak awal hingga akhir acara, salah satunya ada arak-arakan Omikoshi (miniatur kuil) yang menjadi simbol kemeriahan festival. Pada pertengahan acara ada pertunjukkan Shoran Bushi, sebuah tarian tradisional Jepang yang terinspirasi dari gerakan nelayan yang energik dan kompak. Penampilan Taiko, seni memainkan genderang khas Jepang, turut memeriahkan penghujung acara..
Selain pertunjukan budaya sejumlah perlombaan menarik seperti Anisong (menyanyikan lagu anime) dan Coscom (cosplay competition) turut memeriahkan acara. Selain itu, kehadiran para bintang tamu di antaranya Capristar, Cosmonaut and Ape, dan cosplayer profesional Aika Sesilia menjadi daya tarik utama Bunkasai 2026.
Antusiasme pengunjung yang memenuhi area acara menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap budaya Jepang. Bunkasai 2026 kembali membuktikan bahwa festival ini menjadi salah satu agenda budaya Jepang yang dinantikan di Kota Semarang. Keberhasilan penyelenggaraan tahun ini semakin memperkuat indentitasnya sebagai ikon kegiatan tahunan Program Studi Sastra Jepang Udinus sekaligus menjadi wadah untuk memperkenalkan budaya Jepang kepada masyarakat luas..
Penulis : Luqman Hakim
Editor : Annisa Cardina
Fotografer : Wartadinus (Luqman Hakim)
