
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) kembali menyelenggarakan pesta demokrasi mahasiswa melalui Pemilihan Umum Raya (Pemira) 2026. Perhelatan yang berpusat di Gedung F lantai 1 ini dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026) dan dihadiri langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Udinus, Prof. Dr. Dra. Kusni Ingsih, M.M.
Pemira periode ini membawa warna tersendiri dalam pelaksanaan demokrasi kampus, mulai dari penyesuaian format debat hingga penerapan platform digital khusus (e-voting) yang kini resmi terpisah dari sistem Siadin untuk seluruh mahasiswa.
Dua Model Sesi Debat Tingkat Fakultas dan Universitas
Sebagai rangkaian krusial sebelum pemungutan suara, panitia penyelenggara yang dipimpin oleh Farellino Arfiansah selaku Ketua Pelaksana Pemira Udinus 2026 sukses menyelenggarakan sesi debat yang dibagi menjadi dua model segmen berbeda. Penyesuaian teknis ini diterapkan berdasarkan kondisi jumlah pasangan calon (paslon) di masing-masing fakultas.
Model debat pertama diterapkan pada Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dengan 3 paslon, serta Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kesehatan (FKes) yang masing-masing mengusung 2 paslon. Format pada kelompok ini berjalan interaktif antarkandidat yang dibagi menjadi empat segmen, yaitu diawali dengan penyampaian visi dan misi, dilanjutkan dengan pertanyaan dari panelis, sesi tanya jawab antarpaslon, dan ditutup dengan closing statement.
Sementara itu, model debat kedua diberlakukan untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan 3 paslon, serta dua fakultas yang memiliki satu paslon (calon tunggal) yaitu Fakultas Hukum dan Studi Global (FHSG) dan Fakultas Kedokteran (FK). Pada model ini, interaksi dialihkan langsung bersama para mahasiswa yang hadir. Struktur debatnya dimulai dari penyampaian visi dan misi pada segmen awal, disusul pertanyaan dari panelis di segmen kedua, lalu sesi tanya jawab dengan audiens pada segmen ketiga, sebelum akhirnya diakhiri dengan closing statement.
Setelah jeda ISHOMA dan sesi ice breaking, rangkaian acara dilanjutkan dengan debat calon Ketua DPM KM dan debat Calon Presiden Mahasiswa (BEM KM) di tingkat universitas. Mengingat posisi Presma tahun ini diisi oleh calon tunggal, format debat disesuaikan menjadi bentuk uji publik yang menyerupai model debat fakultas kedua, di mana paslon memaparkan visi-misi secara mendalam lalu diuji melalui tanya jawab bersama panelis serta interaksi terbuka dengan audiens.
Pimpinan I MPM KM, Muhammad Fahmi, menyampaikan bahwa keberadaan calon tunggal ini merupakan keputusan internal dari masing-masing pihak. Melalui forum debat dan uji publik ini, diharapkan mahasiswa tetap dapat membedah visi, misi, serta program kerja para calon secara objektif.
Ayo Ikut Suarakan Pilihanmu di Pemira 2026!
Menindaklanjuti rangkaian debat tersebut, seluruh mahasiswa Udinus kini diajak secara aktif untuk menyalurkan hak suaranya. Melalui narasi “Ayo ikut suarakan pilihanmu di Pemira 2026!”, setiap mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan organisasi kampus.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya di mana pemungutan suara dilakukan via halaman Pemira yang terintegrasi di dalam web Siadin Udinus, pada Pemira 2026 ini panitia resmi meluncurkan situs khusus yang berdiri sendiri dan dapat diakses melalui laman pemira.dinus.id. Platform baru ini juga tetap mengakomodasi pilihan Kotak Kosong untuk kategori pemilihan yang hanya diikuti oleh calon tunggal.
Berdasarkan timeline resmi yang dirilis oleh panitia, masa pemungutan suara elektronik ini telah dibuka sejak Senin, 6 Juli 2026, dan akan berlangsung hingga Senin, 13 Juli 2026 pukul 23.59 WIB. Bagi rekan-rekan mahasiswa yang ingin mengetahui langkah-langkah detail mengenai tata cara pemungutan suara elektronik ini, tutorial voting dan informasi lebih lanjut dapat langsung diakses melalui tautan ataupun memindai barcode panduan yang tersedia pada postingan resmi akun Instagram @kpur.udinus.
Ketua Pelaksana Pemira Udinus 2026, Farellino Arfiansah, menegaskan bahwa Pemira ini bukan sekadar rutinitas pergantian pengurus organisasi di tingkat universitas maupun fakultas. Menurutnya, momen ini adalah waktu di mana suara setiap individu mahasiswa punya kekuatan yang sama untuk menentukan siapa yang akan membawa aspirasi ke depan, sehingga sangat disayangkan jika hak suara ini dilewatkan begitu saja.
Farellino juga mengingatkan pentingnya menjaga esensi kebersamaan di lingkungan kampus. “Kita semua adalah satu keluarga besar di Udinus. Mari kita tunjukkan bahwa mahasiswa Udinus bisa berdemokrasi dengan dewasa dan keren. Kompetisi itu wajar, tapi sportivitas dan rasa saling menghargai tetap yang utama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Farellino menyampaikan harapan besar agar siapapun pemimpin yang terpilih kelak mampu membawa perubahan positif serta meninggalkan hal negatif demi keberlangsungan organisasi. Ke depan, seluruh elemen ormawa diharapkan dapat saling mendukung dan bersatu, selaras dengan semangat dasar “Satu Keluarga Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro.” Ayo gunakan hak pilihmu dengan bijak sebelum batas waktu berakhir dan sukseskan Pemira Udinus 2026!
Penulis : Shazia Mirza
Editor : Dinar Emilia
Dokumentasi : Panitia Pemira Udinus 2026
