Ketukan pintu dengan suara yang lantang, menyusun dengan harapan
yang masih berkumandang.
Namun suara itu seakan-akan terhalang, seolah kebenaran hanya bising
yang akan hilang.
Rumah yang mestinya aman dan tenang, justru semuanya terasa
terambang.
Suara itu adalah kritik yang lantang, sesuatu yang tak semuanya bisa
ditutup oleh uang.
Mulut kami tak dapat dibungkam oleh makanan gratis yang tampaknya
bimbang, dan juga selalu bersuara tak membuat kami pincang.
Mungkin itu bisa membuat kami hilang, namun suara akan tetap ada
terulang-ulang.
Penulis: Valen Jonathan
Editor: Annisa Cardina